Monday, March 30, 2026

MENTORING ORGANISASI 01 • LDHK FH UNSRAT

 

——————Selasa, 24 Februari 2026 Nutrihub, Manado
 Mentoring Organization (MeNor): 
*Strengthening Our Bond, Empowering Our Solutions for a Better Organization*

Dalam upaya membangun organisasi yang semakin solid, adaptif, dan berorientasi pada pengembangan anggota, Departemen Pendidikan dan Pengembangan Anggota (PPA) dari Lembaga Debat Hukum dan Konstitusi kembali menyelenggarakan kegiatan Mentoring Organization (MeNor). Mengusung tema “Strengthening Our Bond, Empowering Our Solutions for a Better Organization” kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan penguatan internal organisasi melalui pendekatan yang berfokus pada kebersamaan, komunikasi, dan kepemimpinan yang memberdayakan.

Kegiatan ini menghadirkan Demisioner Direktur Departemen Pendidikan dan Pengembangan Anggota Kabinet Muara LDHK, Dir Dennis Mawitjere, yang dengan pengalaman organisasionalnya memberikan banyak insight mengenai bagaimana sebuah organisasi dapat bertumbuh tidak hanya melalui struktur, tetapi melalui kualitas hubungan antaranggotanya. 


──────────────────────────────────────

Salah satu pokok utama yang dibahas dalam MeNor adalah pentingnya bonding dalam organisasi. Bonding dipahami sebagai tingkat keterikatan emosional, rasa percaya, dan komitmen antaranggota dalam satu tim atau organisasi. Dalam konteks organisasi, bonding memiliki keterkaitan erat dengan konsep team cohesion, yakni sejauh mana anggota merasa saling terhubung, mendukung, dan memiliki tujuan yang sama. 

Kegiatan ini menegaskan bahwa organisasi yang efektif tidak hanya bertumpu pada kompetensi individu semata. Sebaliknya, kualitas hubungan, komunikasi terbuka, dan rasa percaya justru menjadi fondasi utama dalam membangun performa organisasi yang optimal. Sebagaimana dijelaskan dalam materi, penelitian menunjukkan bahwa kohesi tim memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja. Hal ini menegaskan bahwa tim yang solid cenderung lebih produktif, lebih adaptif terhadap tantangan, dan lebih mampu bekerja secara kolektif. 


Dalam sesi mentoring, peserta diajak memahami bahwa team cohesion adalah strategic asset. Kohesi tim bukan sekadar kedekatan sosial, melainkan bentuk keterikatan yang memediasi kontribusi individu terhadap performa kolektif. Ketika setiap anggota merasa menjadi bagian dari organisasi, mereka akan lebih mudah berkontribusi, berinisiatif, dan bertanggung jawab terhadap tujuan bersama. Dengan kata lain, organisasi yang kuat adalah organisasi yang mampu menjadikan setiap individu merasa memiliki ruang dan peran.

Materi ini juga menekankan bahwa tim yang solid akan lebih siap menghadapi perubahan dan lebih cepat dalam merumuskan solusi atas setiap tantangan organisasi. 


──────────────────────────────────────

Hal yang tidak kalah penting dalam MeNor adalah pembahasan mengenai kepemimpinan yang memberdayakan. Dimana, pemateri menyatakan bahwa epemimpinan tidak lagi dipandang hanya sebagai instruksi satu arah, tetapi sebagai proses partisipatif yang melibatkan seluruh anggota.

Melalui konsep empowering leadership, peserta diajak memahami bahwa pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menciptakan ruang aman bagi anggotanya untuk berbicara, berpendapat, bahkan mengambil risiko interpersonal.

Konsep ini sejalan dengan gagasan Amy Edmondson mengenai psychological safety, yakni kondisi di mana anggota tim merasa aman untuk menyampaikan ide, kritik, dan gagasan tanpa rasa takut akan penolakan atau penghakiman. Lingkungan yang aman secara psikologis akan mendorong keterbukaan, inovasi, dan peningkatan performa tim. 


──────────────────────────────────────

Dalam dinamika organisasi, tentu terdapat berbagai tantangan yang sering dihadapi. MeNor secara reflektif membahas beberapa persoalan umum, seperti kurangnya komunikasi terbuka, terbentuknya kelompok eksklusif, konflik yang tidak terselesaikan secara konstruktif, hingga evaluasi yang belum berjalan optimal. 

Mentoring Organization (MeNor) bukan sekadar forum diskusi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat rasa memiliki dan solidaritas dalam tubuh organisasi. Kegiatan ini mengingatkan bahwa kekuatan sejati organisasi tidak terletak pada jabatan atau struktur semata, tetapi pada kepercayaan yang hidup di antara anggotanya.

Sebagaimana pesan yang begitu kuat dalam materi:
“Organisasi tidak dibangun oleh struktur atau jabatan, melainkan oleh kepercayaan yang hidup di antara orang-orang di dalamnya.” Melalui MeNor, PPA LDHK kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun organisasi yang tidak hanya unggul secara program, tetapi juga kuat secara relasi dan nilai.


Pemikir Kritis, Penutur Santun, Eksekutor Bijak

Salam Konstitusi ✊🏻

#KABINETNAWASENA

#LDHKFHUNSRAT

No comments:

Post a Comment

KELAS KEPENULISAN 05 • LDHK FH UNSRAT

 ————— Jumat, 08 Mei 2026. Zoom Meetings. Kelas Kepenulisan 05 (KeSan):  Legal Opinion as a tool of advocacy: menyusun analisis hukum yang t...