————— Senin, 27 April 2026 Zoom Meetings.
Kelas Kepenulisan 04 (KANTIN): "Selayang Pandang Departemen Riset dan Inovasi: Breakdown The Common Mistake Of Writing As a Law Student"
Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat budaya intelektual dan tradisi kepenulisan di lingkungan organisasi, Departemen Riset dan Inovasi (DRI) dari Lembaga Debat Hukum dan Konstitusi kembali menyelenggarakan Kelas Kepenulisan 04 (KeSan).
Pada kesempatan yang istimewa ini, kegiatan menghadirkan salah satu sosok penting dalam perjalanan DRI, yakni Demisioner Direktur Departemen Riset dan Inovasi pertama sekaligus salah satu founding mother DRI, Dir Chelsya Tumewu, S.H. Kehadiran beliau tidak hanya membawa materi mengenai kepenulisan, tetapi juga menghadirkan refleksi historis mengenai bagaimana DRI lahir dari sebuah keresahan intelektual yang nyata.
──────────────────────────────────────
Dalam sesi pembuka, Dir Chelsya membagikan cerita mengenai awal mula terbentuknya DRI. Beliau menjelaskan bahwa departemen ini lahir bukan sekadar sebagai pelengkap struktur organisasi, tetapi sebagai jawaban atas keresahan para senior terhadap minimnya ruang riset, pengembangan gagasan, dan budaya menulis yang terstruktur di dalam organisasi. Keresahan tersebut berangkat dari kesadaran bahwa mahasiswa hukum tidak cukup hanya aktif dalam forum diskusi dan debat, tetapi juga harus mampu menuangkan pemikiran kritisnya ke dalam karya tulis yang sistematis dan berdampak.
Dari titik inilah lahir gagasan untuk membentuk Departemen Riset dan Inovasi sebagai wadah yang fokus pada pengembangan budaya akademik, riset, dan inovasi pemikiran di tubuh LDHK.
──────────────────────────────────────
Lebih lanjut, Dir Chelsya menekankan bahwa esensi DRI bukan hanya soal menghasilkan tulisan, tetapi tentang membangun cara berpikir ilmiah, kritis, dan progresif di kalangan anggota organisasi. DRI hadir sebagai ruang untuk mengembangkan budaya riset, melatih kemampuan analisis isu hukum, membangun tradisi menulis akademik, serta mendorong inovasi gagasan dalam organisasi
Dalam konteks organisasi mahasiswa hukum, keberadaan DRI menjadi sangat penting karena menjadi jembatan antara diskursus teoritis dengan kontribusi intelektual yang nyata melalui tulisan.
Selain membahas sejarah dan esensi DRI, kegiatan ini juga memuat materi mengenai kepenulisan, khususnya kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan mahasiswa hukum dalam proses menulis.
Dir Chelsya menyoroti bahwa banyak mahasiswa masih melihat menulis sebagai sesuatu yang rumit, padahal inti dari penulisan akademik adalah ketepatan struktur, kekuatan argumentasi, dan relevansi data.
Penulisan yang baik harus dibangun dari pemahaman isu yang mendalam, riset yang memadai, struktur yang sistematis dan penggunaan bahasa yang formal namun efektif serta argumentasi yang berbasis referensi. Peserta diajak untuk memahami bahwa menulis bukan sekadar menyusun kata-kata, tetapi menyusun logika berpikir.
──────────────────────────────────────
Salah satu pesan yang sangat kuat dari kegiatan ini adalah pentingnya membiasakan diri untuk menulis sejak dini. Gagasan yang hanya berhenti dalam diskusi akan mudah menguap, tetapi ketika dituangkan dalam tulisan, ia dapat menjadi referensi, bahan kajian, bahkan inspirasi bagi generasi berikutnya. Kelas Kepenulisan 04 menjadi ruang yang mengingatkan bahwa budaya organisasi yang kuat selalu ditopang oleh tradisi intelektual yang hidup.
Melalui KeSan 04, anggota LDHK diajak untuk tidak hanya memahami teknik kepenulisan, tetapi juga meresapi semangat lahirnya DRI sebagai departemen yang berakar dari idealisme dan keresahan intelektual para senior.
Kehadiran Dir Chelsya Tumewu, S.H. sebagai founding mother DRI menjadi pengingat bahwa setiap ruang akademik yang ada hari ini merupakan hasil dari perjuangan, pemikiran, dan visi yang dibangun oleh generasi sebelumnya.
Kini, tanggung jawab itu diteruskan kepada generasi saat ini: untuk terus menulis, meneliti, dan menghadirkan inovasi gagasan demi perkembangan organisasi dan dunia hukum.
Pemikir Kritis, Penutur Santun, Eksekutor Bijak
Salam Konstitusi ✊🏻
#KABINETNAWASENA
#LDHKFHUNSRAT















































